Jumat, 03 Desember 2010

Tips dan Trik Bagaimana Membuka Usaha Clothing Kaos

Sebelumnya mohon maaf, tip dan trik ini hanya sekedar tulisan ringan saya, barangkali mengganggu dan kurang bermanfaat silahkan dilewatkan saja. Modal pertama jika mau membuat sebuah usaha clothing seperti produk2 dari distro di Bandung yang terkenal itu. Modalnya cuma kemauan dan semangat oh iya jangan ketinggalan jiwa entrepreneur, ga usah minder kalo ga bisa design, ga usah minder kalo ga bisa nyablon, apalagi minder karena ga bisa jahit. Kalo ga punya modal gimana? Tenang2 ga usah panik,hehe..kamu-kamu ga usah punya modal besar buat beli mesin konveksi, alat2 sablon plus mesin press nya yang harganya lumayan mahal. Ok2 kalo modal ga usah dipikirin dulu, sekarang saya coba sebutin apa2 saja yang dibutuhin buat bikin usaha ini.

  1. Pikirin IDE dasarnya dulu, ini penting banget. Kaos seperti apa yang pengen kita bikin. Tema atau Topik, Karakter dan target market yang mo di bidik (waduh kaya sniper aja maen bidik!) Kalo asal-asal kaos dijamin deh ga bakal bertahan lama dan kalah sama pemodal2 besar.
  2. Bikin Brand, ini langkah kedua harus ditempuh, untuk hal ini jangan dengerin Shakepeare, biarin dia ngomong “apalah arti sebuah merk eh nama”. Banyak untungnya produk kita ber-merk, merk membuat produk kita beda, merk membuat produk kita unik, merk membuat produk kita tidak menjadi komoditas (aduh jangan sampe deh produk kita jadi komoditas, karena nantinya kita harus bersaing disisi harga. Ujung2nya kalah deh sama pemodal raksasa). Untuk mendalami merk, saya merekomendasikan bukunya mas Ippho Santosa yang berjudul HOT BRANDING.
  3. Nah kalo udah dapet idenya, bikin TIM. Disini nih EQ (Entrepreneur Question) kita diuji. Pertama cari yang jago design (Utamain Bisa Corel Draw dan Adobe Photoshop), Designer ini nantinya yang bikin kaos distro Temen2 punya kharakter sendiri, harus beda dan unik tentunya. Jadi si designer ini harus ngerti banget ide dasar yang udah temen2 tentuin di point pertama. Sebagai percobaan minta dibuatin beberapa design, mulai dari Brand, logo sampe design kaosnya.
  4. Sekarang langkah keempat, masih dibagian pembentukan TIM, cari penjahit sama toekang sablon, cari yang berpengalaman dan udah jago supaya produk kita berkualitas tinggi. Kalo udah dapet baru beli mesin jahit konveksi sama alat2 sablon. Untuk mesin jahit kaos minimalnya kita harus punya, mesin potong kain, mesin jahit high speed, mesin obras, dan mesin overdeck lebih bagus lagi punya mesin jahit rantai dan setrika uap. Nah kalo peralatan sablon antara lain mesin, Screen, Rakel, Meja sablon plus Meja pembuatan Film, hot press, Pasta, Pewarna, Obat emulsi, Obat pembersih dll…
  5. Waduh2…kalo mulai bingung kita bisa melewatkan point 4 yang sarat modal. Wuasyik berarti bisa ga modal dong, Hush…mana ada usaha ga modal sama sekali. Ga perlu pusing proses produksi plus modal produksinya. Banyak kok yang nyediain jasa makloon produksi, dari mulai jasa makloon jahit sampe jasa makloon sablon. Nah tinggal bagaimana temen2 jeli mencarinya. Hehe..
  6. tinggal sekarang nyiapin peralatan tempur, oops peralatan produk clothing temen2
  • Kain. Banyak sekali Jenis kain untuk t-shirt dari mulai Higet (biasanya untuk kaos partai), PE dan TC (Banyak mengandung bahan polister, jadi agak panas), Katun combat, Katun Kardet, Double Nit, Single Nit, Lacoste dll. Nah kalo standar kaos-kaos distro pake katun Combat (kualitas terbaik). Masalah harga tinggal tanya sama toko2 penjual kain kaos (ya iyalah..) rata-rata harga katun kombat Rp. 45.000-Rp 60.000 / kg. yang paling murah warna putih dan hitam yang paling mahal. 1 Kg bisa di buat menja di 3,2 kaos dewasa laki-laki lengan pendek, kalo panjang paling jadi 1,5 kaos. Oh iya jangan lupa beli rib, rib itu kerah buat di kaos oblong. Rib juga ada yang katun ada yang PE. Kalo mau bikin kaos berkerah (wangki) beda lagi bukan pake rib, tetapi pakenya kain kaos juga yang dibentuk kerah.
  • Label ini biasanya ada di leher kaos bagian belakang dalem, label fungsinya sebagai identitas produk kita, karena memuat logo, ukuran dan merk produk. Harganya murah Cuma Rp 700- 1500 /pcs tergantung warna, ukuran dan design, tapi jangan seneng dulu, harganya memang murah tetapi minimal pesanan harus banyak biasanya minimal 500 lusin. Nah lo….
  • Tag . Tag dipakai untuk aksesoris brand kaos yang memuat info produk seperti harga, kode, ukuran, sama identitas produk atau bisa juga contact person produsen . Tag biasanya dibuat dari kertas atau plastik dengan sistem cetak atau sablon. Kalo mau dicetak harus buat banyak. Untuk memasang tag ini memakai tag gun bersama tag pin. Harga tag gun sekitar Rp 50.000 dan tag pin sekitar Rp.25.000 sudah dapet 1 kardus.
  • Kemasan. Kemasan ini sebagai pemanis dari produk bisa dibuat dari plastik, box atau kain. Lebih baik lagi pada kemasan ini terdapat identitas produk.

Nah sekarang kalau sudah jadi jangan lupa kirimin saya satu, hehe…tugas terberat adalah masarin produk. Disini EQ (entrepreneur Questions) sangat dibutuhkan.

Okeh…tip & trik nya segitu dulu…cape nulisnya, hehe…kalo masih bingung silahkan ajukan pertanyaan. Insya allah di jawab. Oh iya tip & trik ini Cuma buat pemula yang belum pernah sama sekali terjun kebisnis kaos. Terima kasih dan semoga bermanfaat.

Tips Memulai Usaha Kaos Oblong

1. Riset
Lebih baik bila anda tahu beberapa hal mengenai industri garmen, khususnya Kaos Oblong (t-shirt) sebelum memutuskan untuk benar-benar terjun langsung ke dalam bisnis ini.Kunci lainnya untuk riset adalah mengamati perusahaan yang sudah sukses itu mencapai kesuksesannya dan beberapa petunjuk serta tips untuk mencapai bisnis Aneka Kaos yang sukses (Amati, Tiru, Modifikasi)

2. Rencanakan segalanya.
Cobalah menentukan tujuan. Konsentrasi dan kerjakan. Cobalah untuk menentukan beberapa hal seperti jenis t-hirt atau Aneka Kaos yang akan dijual, serta target pasar yang kita inginkan, apakah mereka merupakan pembeli online, preorder, atau mereka juga datang langsung ke toko Kaos Murah.

3. Kenali pesaing.
Kamu harus selalu mengetahui merek atau label yang orang/pihak lain keluarkan yang akan menjadi pesaing nantinya. Jika kau hendak memulai dengan label Kaos Oblong berdasarkan humor anda harus melihat apa ada kaos lucu lainnya dan apa yang mereka lakukan dan amati keunikan pesaing kita seperti desain mereka, harga Kaos Oblong Murah dan promosi yang mereka lakukan.

4. Buatlah produk yang memang banyak diinginkan pasar
Kelihatannya langkah ini mutlak, Test kualitas kaus anda dengan cara mendapatkan opini jujur dari orang lain dan ide Kaos Oblong Murah merupakan salah satu modal anda.

5. Lakukan strategi promosi.
Promosi dapat dilakukan dengan banyak cara. Mulai dari pembicaraan mulut ke mulut, ataupun menjalankan strategi melalui iklan Paid Per Click mengenai Kaos Murah, press release melalui blog anda mengenai Jual Kaos Oblong anda, dan social networking.

6. Targetkan penjualan anda
Berapa kaos yang akan anda Jual Kaus pertahunnya? Bagaimana bulan ini atau minggu ini? Bisnis Jual Kaos Oblong yang sukses adalah menentukan (mensetting) tujuan/goal sukses. Set tujuan anda dan yakini bahwa anda mampu meraihnya. Jika kamu yakin, kamu pasti bisa.

7. Cintai pekerjaan anda.
Cintai pekerjaan anda sebagai PenJual Kaus. Syukuri segala halyang anda dapatkan daripekerjaan anda. Have fun, Insya Allah anda tidak akan cepat enyerah jika anda menikmati apa yang anda lakukan. Cintai apa yang anda lakukan dan lakukan apa yang anda cintai.

Tips Memilih Pakaian untuk Pria Berbadan Besar

Sebagai pria berbadan besar, terkadang kita mengalami diskriminasi di berbagi toko, shop online atau departemen store yang menjual baju. Ukuran tidak tersedia, model yang ada malah semakin membuat kita mirip gorila, pokoknya berbagai pengalaman tidak menyenangkan. Ternyata hal ini bisa kita siasati!

1. Hindari garis horizontal!
Jika badan dan bentuk badan anda tidak mendukung penampilan sixpack, jangan pernah menggunakan pakaian bergaris horisontal! Jika anda menemukan pakaian pria bergaris diagonal, hindari juga. Pakai dengan PD dan bangga pakaian pria tsb dengan garis2 tegak (vertikal). Garis-garis ini akan menarik mata pelihat ke bawah, sehingga anda tampak “panjang” dan secara visual anda tampak kurus.

2. Cari baju yang agak longgar.
Anda bisa ke shop online atau ke toko / tempat jual kaos & pakaian. Seringkali orang percaya bahwa baju yang ngepas akan semakin menyembunyikan bentuk badan bulat anda. Alasan ini sebenarnya berguna bagi wanita, karena adanya bantuan dari pakaian dalam yang akan menciptakan kesan tubuh yang lebih rata. Namun tetap mereka tetap jeli memilih pakaian wanita. Maka, dari alasan ini, dan karena kita tidak mungkin memiliki pakaian dalam seperti pakaian wanita itu, pakaian ngepas malah akan menarik perhatian ke bagian tubuh anda yang kelewat batas tadi. Sedangkan pakaian ukuran besar, juga tidak akan terlalu membantu. Pakaian yang besar akan membuat anda akan tampak semakin besar. Jadi, usahakan tidak terlalu ketat, tapi juga tidak terlalu longgar sampai anda seakan memakai bendera!

3. Pilih yang sewarna.
Jika anda memilih baju dan celana yang saling tabrakan, hitam versus putih misalnya, hal ini hanya akan membuat perbedaan antara bagian atas dan bawah semakin terlihat bedanya. Coba cari atasan dan bawahan yang lebih mirip sehingga kesan yang didapat akan semakin bersih secara visual, dan secara instan anda akan turun 5 kg di mata mereka yang melihat. O ya, hitam! Warna ini akan memberikan efek terlihat kurus, tapi, coba tambahkan warna2 lain sebagai asesoris agar anda tidak tampak seperti dukun atau sedang mau melayat! Misalnya kaos hitam, Anda bisa menambah pengetahuan saat shopping online maupun di toko / tempat jual kaus & pakaian lainnya.

4. Hindari menggunakan turtleneck
Terutama jika anda kekar dan besar, hindari sama sekali turtleneck, dan lebih baik anda pilih kaus lengan panjang atau sweater kerah V. Tipe kerah seperti ini akan menciptakan siluet yang membuat anda tampak langsing. Selain itu, kerah V akan memberikan ilusi anda memiliki leher panjang, pilih tipe ini, terutama jika leher anda pendek dan bertumpuk. Pergilah ke tempat jual kaus atau bisa juga shop online untuk itu.

5. Pilih corak secara teliti
Mungkin memilih saat shopping online lebih sulit daripada kita langsung ke toko / tempat jual kaos & pakaian. Hindari pakaian dengan corak yang besar-besar atau ramai. Hal ini akan menarik perhatian ke bagian atas tubuh anda, yang tentunya akan sangat buruk jika perut anda menonjol. Pilih corak dengan ukuran kecil-kecil, yang terpisah jauh satu sama lain

6. Pakai Sabuk
Sabuk akan memotong lingkar pinggang kita dan akan membuat kita tampak kurus. Pastikan saja sabuk yang anda pakai tidak terlalu rapat, sehingga perut anda tidak membentuk angka delapan.

PROSPEK USAHA DISTRO

Pola dan gaya hidup perkotaan merangsang kegiatan ekonomi guna mengantisipasi pemenuhan kebutuhan dan perubahan yang cepat dari gaya hidup masyarakat perkotaan. Salah satunya adalah pemenuhan kebutuhan fashion dan aksesoris gaya tampilan masyarakat kota. Distro atau distribution outlet adalah tempat untuk menjual berbagai produk fashion dan aksesoris buatan lokal (local clothing company) yang terbatas dengan harga terjangkau. Barang-barang yang dijual di tempat ini terdiri atas t-shirt, tas, dompet, topi, jaket, baju, dan sebagainya. Pada dasarnya distro menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat agar gaya hidupnya dapat berbeda dan terpenuhi. Berani tampil beda dan bergaya.

Secara ekonomis dan financial, perputaran uang pada usaha distro sangat cepat, karena usaha ini sangat berkait erat dengan gaya hidup anak muda yang selalu mengikuti trend/mode. Dengan besarnya potensi kawula muda pada fashion, maka pasar distro juga terbuka lebar karena populasi anak muda relatif cukup besar. Distro pada dasarnya menyediakan kebutuhan kawula muda, sehingga meskipun distro belum tentu memperoleh pendapatan yang tetap atau tidak memiliki penghasilan tetap, tetapi daya beli kawula muda yang terus ada dan cukup lumayan membuat usaha distro memberi peluang yang cukup besar. Kepastian daya beli kawula muda yang tetap inilah yang menjadi peluang utama distro banyak dilirik para pebisnis.

Jika kita tertarik untuk memulai bisnis ini, kita tidak perlu memakai ruang an yang besar, tetapi cukup seukuran garasi atau mini market karena barang yang dijual terbatas dan segmentasinya hanya untuk anak muda. Lokasi usaha pun diusahakan di daerah dekat tempat anak muda biasa nongkrong atau dekat lokasi keramaian lainnya.

TEKNIS MELAKUKAN USAHA DISTRO

Usaha distro termasuk usaha yang menguntungkan dan menjanjikan nilai tambah yang relatif besar. Namun demikian, agar usaha distro tetap bisa bertahan dan berkelanjutan, bahkan menjadi serius seperti halnya bisnis lainnya, ada beberapa hal yang di lakukan, yaitu sebagai berikut :

  • Merancang bangun manajemen usaha yang baik. Jika ingin menjadi usaha dalam skala besar, maka tidaklah cukup mengandalkan manajemen dan pembukuan apa adanya atau sekadarnya saja, atau tidak cukup hanya sebatas pertemanan atau saling percaya. Adanya perubahan usaha dan tantangan usaha distro yang cepat membutuhkan perencanaan usaha yang mantap dan antisipatif terhadap perubahan pasar dan perkembangan waktu. Usaha distro membutuhkan perubahan pengelolaan yang cepat dan responsif sehingga perencanaan usahanya tidak hanya sebatas go with the flow, tetapi dengan berjalannya waktu strategi usahanya bisa berubah, sehingga sangatlah penting untuk membuat perencanaan bisnis yang solid dan kuat secara teliti untuk jangka panjang.
  • Usaha distro memerlukan kerangka pikir dan aksi tindak yang cepat professional dan berwawasan ke depan. Kejelian,responsive, dan antisipatif terhadap perubahan selera pelanggan disertai cara berpikir yang cepat-sistematis dan bertindak secara professional dibutuhkan untuk mementukan arah usaha distro yang dibangun dan akan dikembangkan. UMKM dapat melakukan kajian ulang terhadap usaha distro yang tengah dilakukan saat ini. Misalnya, dengan membuat pertanyaan untuk menilai diri sendiri, diantaranya adalah sudah sampai pada tahap manakah usaha distro dilakukan? Apakah sasaran target pembelinya sudah tepat dan tercapai ? Apakah nama distro telah mencerminkan kualitas produk dan layanan usaha distro, apakah nama distro dapat mudah diingat dan cocok dengan tema gaya dan trend yang dijual? Apakah lokasi yang sekarang digunakan sudah cukup strategis dan memadai?
  • Melakukan upaya promosi menggunakan media informasi yang tepat seperti spanduk, billboard, leaflet atau brosur. Media menyediakan dan menyajikan informasi profduk dan layan distro. Informasi ini diharapkan dapat menyebar ke berbagai lokasi pelanggan termasuk di sekolah, kampus, atau tempat-tempat keramaian dan nongkronya anak muda.
  • Membuat rancangan display barang yang menarik dan tata ruang distro yang bergaya dan beraroma gaya hidup kawula muda. Selain itu, di lokasi distro dapat pula memutar lagu musik , kesenian agar menarik dan menyenangkan, serta member kenyamanan pelanggan dalam berbelanja di distro tersebut

PILIH KAOS DISTRO, KARENA DESAIN TIDAK PASARAN

PADA masa Pasar Tanah Abang belum terbakar, guyonan ini kerap meramaikan hari-hari menjelang Lebaran: para majikan shopping di mal, pembantu dan sopir berbelanja ke Pasar Tanah Abang. Pada Hari Raya, eh, juragan dan bedinde ternyata berbaju kembar. Aduh! Betapa malunya si juragan yang jatuh gengsi. Lelucon ini-ada yang benar-benar terjadi-yang meledek mal-mal dan “memuji” Pasar Tanah Abang, sudah jarang terdengar. Salah satu sebabnya, kini ada banyak toko atau outlet yang menempatkan unsur eksklusif sebagai prioritas saat memajang dagangannya.

Salah satunya adalah distro alias distributor outlet. Ini gerai “rumahan” yang menjual pakaian trendi yang didesain sendiri dan dijual secara terbatas. Kiat ini jitu dalam melindungi gengsi anak muda yang selalu ingin tampil beda. Harga barang-barang distro termasuk bersaing. Dalam arti, tak semurah Pasar Tanah Abang tapi masih di bawah toko-toko besar-apalagi butik.

Gua suka beli di sini, soalnya desainnya oke dan enggak pasaran,” ujar Wina, 16 tahun, seorang siswi SMU Tarakanita. Bersama tiga temannya, dia mampir ke Cynical MD, sebuah distro di daerah Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, untuk membeli sejumlah kaus. Pelayan distro, seorang anak muda bergaya punk-lengkap dengan anting-anting dan lingkaran tato di tubuh-sibuk melayani pilihan ketiga nona muda itu.

Kemunculan distro yang membidik pasar kaum muda terhitung masih seumur jagung. Dan notabene merupakan wujud kecerdasan bersiasat anak muda dalam menghadapi dominasi merek-merek besar di pasar. Yang kerap disebut distro adalah muara mode dari gerakanunderground serta semangat independensi kaum muda yang melanda berbagai lini, seperti busana, musik, dan film. Jangan salah: omzetnya menggiurkan untuk ukuran usaha rumahan-bisa mencapai ratusan juta rupiah per bulan.

Tren berbelanja ke distro tengah mengguncang beberapa kota besar di Indonesia. Di Jakarta, selain Cynical MD, ada nama seperti Reload 781, Hips, Locker, The Glitters, dan Jumps. Distro yang dikelola oleh anak-anak muda berusia 20-an ini kebanyakan berlokasi di Jakarta Selatan. “Di Jakarta Selatan anak-anak gaulnya banyak,” Feny Febriyani memberikan alasan. Feny adalah salah satu pemilik Reload 781 yang berlokasi di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Di Bandung, sekitar 30 distro menyebar di beberapa pojok kota. Medan juga tak ketinggalan dalam urusan perdistroan.

Singkat kata, distro muncul sebagai “demam” baru baru selepas tren factory outlet atau butik. Pasarnya dinamis, pertumbuhannya pesat. Lihat saja Cynical MD di kawasan Kebayoran Baru itu, yang berdiri pada November 2001. Kini Arissuno Prayoga-pemilik Cynical-25 tahun, sudah punya dua gerai lain di Jakarta dan Bandung. Dari sebuah sudut dengan sewa Rp 500 ribu sebulan, dia sekarang bisa menyewa toko dengan tarif Rp 100 juta setahun.

Rahasia sukses Aris ada pada orisinalitas desain produk, terutama kaus. Tak lama lagi ia akan menambah distro baru bertema Ultra Crime.“Konsep dasarnya meniru apa yang orang bilang si jahat. Monster dalam kemasan pop,” ujarnya. Tiap desain jumlahnya beberapa lusin saja. Konsep ini populer disebut mini-retail.

Cynical MD bisa dibilang pelopor distro di Jakarta. Nama Cynical MD adalah gambaran sikap sinis terhadap dokter atau medical doctor.” Aku tak percaya sama dokter,” ujar Aris, yang mengaku kehilangan ibunya gara-gara salah diagnosis dokter. Ketika pertama kali buka, seluruh desain eksterior dan lampu neon toko bernuansa merah darah-menggambarkan sikap Aris. Eh, siapa sangka, kesinisan itu mendatangkan duit.

Kendati banyak didominasi oleh kaus, distro sejatinya lebih dari sekadar kaus. Tengoklah 347 Boardrider. Ini distro terbesar di Bandung yang menjual lebih dari 100 item di tokonya. Ada kaus, jaket, kemeja, sampai papan selancar dan papan skate hingga sepatu sandal. Banyak distro juga menjual kaset band independen dalam dan luar negeri.

Beberapa distro juga menerima titipan produk distro lain, baik di Jakarta maupun Bandung. Harga yang ditawarkan umumnya cocok buat kantong tipis anak muda. Di Reload 781, misalnya, untuk kaus berlabel sendiri dijual dengan kisaran harga Rp 70-an ribu. Sedangkan kaus titipan dijual dengan harga Rp 60-an ribu.

Gelombang kemunculan distro mirip ombak yang saling susul di pantai gaya hidup. Pertumbuhannya terasa sejak demam anak muda akan kaus C-59 di Bandung, DEC (baca diece atau diejek-Red.) di Semarang, Dagadu di Yogya, dan Joger di Bali. Basis produksinya adalah kaus dengan tulisan nyleneh namun personal. Tiap distro tampil dengan keunikan produk masing-masing.

Umpama Cynical MD mengusung punk, 347 Boardrider menonjolkan gaya para penggila selancar pantai (surfing) dan papan seluncur (skateboard). Dibuka pada tahun 1996 dengan modal patungan Rp 1 juta, empat orang pemilik distro ini adalah penggila selancar dan papan seluncur. ” Mulanya, sih, karena kita enggak kuat beli produk luar yang mahal, jadi bikin sendiri,” tutur Dendy Arman, 29 tahun, salah seorang pemilik 347. Pakaian surfing dari luar, macam City Surf, selain mahal juga susah dicari. Di Indonesia, hanya bisa dibeli di Bali. Padahal mereka (saat itu) masih berstatus mahasiswa. Kini? Usaha itu telah menghantarkan empat pemilik Boardrider menjadi hartawan muda.

Kunci sukses mereka adalah membumikan gaya dan model skater yang terbuka ala New York. Tak mengherankan jika produk mereka banyak digandrungi penggila olahraga selancar. Mereka juga menerbitkan majalah khusus skate dan membentuk perusahaan rekaman indielabeluntuk band lokal. “Kalau surfing kurang berkembang. Maklum, jauh dari pantai,” ujar Dendy tergelak.

Perusahaan rekaman mereka, Spills Record, telah berhasil memunculkan kelompok musik potensial seperti Superman Is Dead (SID) yang beraliran punkrock, The Milo, dan Fable. Dengan majalah komunitas, bernama Ripple, semua unit usaha mereka disatukan dalam holdingbernama Flatspills Lab.

Kegandrungan anak muda pada distro juga didorong rasa mudah bosan mereka terhadap barang yang ditawarkan di mal atau di toko-toko serba ada-yang umumnya kalah cepat dalam hal desain.” Kalau beli di sini, kita jadi lebih gaul, funky and smart,” kata Suber Adile, 21 tahun, seorang mahasiswa Bandung, saat berbelanja di 347.

Tiarma Dame Ruth Sirait, seorang desainer muda asal Bandung, menyebut semangat konsumen distro ini sebagai mentalitas independen kaum muda. Semangat ini pula yang menghidupkan bisnis distro. “Mentalitas independen ini membuat mereka ingin tampil beda dengan lingkungan sekitar dalam banyak hal, terutama dalam cara berpakaian,” kata Tiarma. Semangat ingin bebas itu memang bisa dilihat, misalnya, pada para skater, punk, surfer, atau sejumlah band musik.

Ciri umum mereka adalah casual dan (sejujurnya) norak. Bahkan ada yang bilang memalukan. Tapi siapa peduli? Karena yang penting benar adalah ini: rasa merdeka.

Tips Merawat Dan Memilih Jeans

Kini Celana Jeans telah jadi pakaian yang familiar bagi semua orang, baik kaum muda ataupun tua tak lagi asing dengan jenis busana ini. Banyak merk dan model yang dapat dipilih untuk dapat bergaya dengan celana jeans trendy, namun disini kami akan memberikan beberapa tips tentang bagaimana merawat busana dari bahan jeans misal Celana Wanita & Celana Pria. Trik-trik ini bukan hanya untuk membuat pakaian-pakaian atau Celana Wanita & Celana Pria Anda tahan lama, tapi juga membuat warnanya tak lekas pudar.

1. Selalu cuci Celana Jeans Anda dengan air hangat-hangat kuku. Hindari mencuci menggunkan air yang terlalu panas atau terlalu dingin yang dapat menghalangi serat kain dan akhirnya membuat kotoran yang melekat susah hilang.

2. Jika Anda baru dari pantai dan Celana Jeans Anda dipenuhi pasir-pasir halus, jangan membasahi dengan air dan menyikatnya untuk menghilangkan kotoran yang menempel itu. Ambil sebaskom air yang baru mendidih, letakan bagian Celana Jean yang kotor itu di atasnya, biarkan uapnya membasahi kain, diamkan selama 5 atau 10 menit, Anda akan melihat kotoran yang melekat itu terangkat. Buang air tersebut dan ganti dengan air bersih yang dicapur ditergen, rendam beberapa saat. Jika masih ada kotoran yang melekat, kucek perlahan dengan tangan.

3 Anda juga dapat menggunkan mesin cuci untuk membersihkan Jeans Wanita & Jeans Pria. Tapi ingat untuk tetap menjaga temperatur air.

4. Salah satu dari proses mencuci Jeans Wanita & Jeans Pria yang harus berhati-hati adalah saat menjemur. Hal yang perlu Anda perhatikan adalah jangan menjemur jeans Grosir & Celana Grosir di bawah terik matahari langsung, tapi tempatkan dimana sinar matahari jatuh diagonal pada jemuran Anda.

5. Jangan menggunkan bahan kimia untuk mencuci Apparel Jeans Anda, hal ini dapat membuat kualitas warnanya lekas memudar.

Tips Berbisnis : Membuka Toko Busana Pria

Pangsa pasar untuk usaha penjualan pakaian terbuka luas mengingat ini adalah salah satu dari kebutuhan pokok manusia. Namun kita juga harus memahami bahwa pesaing dalam jenis usaha toko busana ini juga tidak sedikit. Oleh karena itu kita harus memiliki strategi bisnis toko pakaian yang handal untuk menjalankan usaha ini. Strategi yang dimaksud bisa berupa penentuan harga dibanding pesaing, jenis produk, aneka produk, segmentasi pasar, sistim pemasaran dan lain-lain.

Mengkaji informasi yang anda berikan, tampaknya ceruk pasar yang dipilih adalah remaja. Tentunya ini menjadi dasar bagi anda untuk menentukan apa produk yang sesuai, model yang sedang tren, harga yang terjangkau, bagaimana melakukan promosinya, dan sebagainya. Itu semua adalah sebagian dari faktor-faktor yang mempengaruhi sebuah usaha toko busana bisa dinilai layak untuk dijalankan atau tidak.

Walaupun hal tersebut di atas sudah dipikirkan dengan matang dan terencana, kita tetap harus mempertimbangkan faktor resiko jika bisnis toko busana tidak berjalan sesuai rencana. Untuk itu salah satu cara adalah dengan menghitung dampak finansial yang mungkin timbul akibat kegagalan tersebut.
Dari jumlah modal toko busana yang dianggarkan maka sebenarnya hanya biaya lain-lain yang akan menjadi uang hangus. Sedangkan jenis biaya lainnya seperti sewa tempat, belanja pakaian dan etalase bisa dialihkan ke pihak lain dengan harga miring sehingga tidak hilang atau hangus sama sekali.

Menganalisa dampak risiko dan potensi pasar dari usaha toko busana ini secara sederhana maka tampaknya usaha ini cukup layak untuk dipertimbangkan menjadi salah satu bentuk investasi real. Penghitungan break event point akan sangat tergantung kepada proyeksi penjualan yang bisa diperoleh setiap bulan

Trend Minat Belanja Online

Jika anda berniat melakukan investasi dalam Bisnis Online atau saat ini sudah mengelola bisnis online, tentu yang menjadi pertanyaan adalah barang apa yang paling banyak dicari orang. Seperti halnya produk-produk offline produk yang laris di pasaran memberikan peluang bisnis yang menjanjikan. Pilihan investasi bisnis online tentu mengacu pada produk yang memiliki permintaan tinggi oleh pasar. Inilah pentingnya data yang cukup akurat sebagai bagian dari strategi bisnis. Data akurat ini diperoleh melalui survei atau riset pasar yang memadai. Nielsen telah melakukan penelitian pada bulan Maret 2010 mengenai kecenderungan masyarakat berbelanja online yang penting untuk di simak. Nielsen telah melakukan survey terhadap pengguna internet di Asia Pasifik, Eropa,Timur Tengah,Amerika Utara dan Amerika Selatan.Survei ini dilakukan untuk melihat bagaimana konsumen toko online: apa yang mereka ingin beli, bagaimana mereka menggunakan berbagai situs, dampak media sosial dan faktor lainnya yang ikut bermain saat mereka mencoba memutuskan bagaimana membelanjakan uang mereka. Trend Bisnis Online 2010 Dari survei tersebut dalam enam enam bulan kedepan pilihan konsumen online untuk berbelanja buku-buku menempati urutan pertamadengan persentase 44 persen. Selanjutnya trend berbelanja pakaian, aksesoris dan sepatu menempati urutan kedua dengan 36 persen dari jumlah responden . Data ini masih mengikuti trend berbelanja online yang pada tahun 2009, dimana 46 persen konsumen online membeli buku dan 41 persen membeli pakaian secara online. Pada urutan ketiga konsumen online memilih membeli tiket pesawat dan reservasi . Kecenderungan meningkatnya berbelanja tiket pesawat secara online dan reservasi menunjukkan bahwa ada perbaikan kondisi ekonomi. Urutan keempat menunjukkan kecenderungan konsumen online intuk membeli perangkat elektronik secara online dengan persentase 27 persen disusul urutan ke lima adalah belanja kosmetik. Dengan data penelitian tersebut bisa menjadi pertimbangan bagi pelaku bisnis online untuk menentukan strategi bisnis online ke depan.

FAKTOR KRITIS PADA KEBERHASILAN USAHA DISTRO

Usaha distro memerlukan kesungguhan, kegigihan dan kejelian dalam memanfaatkan peluang yang ada maupun mencari celah baru inovasi produk dan pemasarannya. Beberapa hambatan atau kendala nyata akan terjadi, di antaranya:

  1. Adanya kecenderungan menurunnya produksi dari jenis produk tertentu yang dihasilkan oleh clothing company (distributor), berakibat pada terhambatnya jumlah pasokan barang yang dibutuhkan, sementara pelanggan telah memiliki citra yang baik (fanatisme) terhadap produk yang dijual distro.
  2. Semakin menjamurnya usaha distro sejenis pada lokasi yang hampir berdekatan menyebabkan ketatnya persaingan.
  3. Perlu kehati-hatian dan perhitungan yang matang dalam menyeleksi barang dari perusahaan pakaian/aksesoris yang kurang dikenal oleh para pelanggan. Karena keadaan ini akan menghambat perputaran uang dari usaha distro dan akan memperlambat lakunya suatu barang.
  4. Jangan membuat patokan harga yang terlampau mahal, karena akan melemahkan daya saing.
  5. Pengelolaan usaha distro yang tidak profesional akan menyebabkan kebangkrutan usaha.

USAHA DISTRO SANGAT MENGUNTUNGKAN

Untuk memulai usaha sebuah Distro membutuhkan modal yang tidak sedikit, dan juga harus memiliki ketrampilan tersendiri untuk memulainya. Contoh, dalam membeli dan memilih barang untuk dijual harus sesuai dengan trend masa kini. Jadi kita harus benar-benar mengikuti perkembangan dunia fashion anak muda jaman sekarang. Jika tidak, maka kita akan kalah saing dengan store-store outlet yang lainnya.

Distro adalah salah satu usaha fashionable yang ngetrend dikalangan muda mudi. Usaha yang berpeluang besar untuk merauk keuntungan, karena barang barang yang diperjual belikan identik dengan harga mahal, namun tidak menghilangkan kualitas yang terjamin. Karena kebanyakan para konsumen yang berbelanja di distro adalah kalangan menengah ke atas.

Saperti teman saya yang sudah hampir 10 tahun bergelut di usaha Distro, sekarang telah memiliki 5 cabang diberbagai wilayah, dengan omzet penjualan bisa mancapai 5juta per hari dalam satu Oulet. Bayangkan jika satu outlet saja bisa mencapai omzet sekian, berapa juta yang bisa diperoleh dalam sehari bila dikalikan lima outlet yang dia punya.

Namun diluar itu semua kita harus bisa menjaga Brand, pelayanan, dan kualitas barang. Jangan sampai para konsumen kecewa dengan apa yang mereka dapat.

Distro memiliki ciri khas yang berbeda dengan outlet-outlet pakaian yang lain. Biasanya setiap pembelian barang, kita akan mendapat stiker-stiker trendy yang menunjukkan Brand Distro tersebut. Ada yang menyebutkan dengan julukan “Anak Gaul” jika kita berbelanja di distro, khususnya kalangan remaja. Sehingga tidak sedikit pula konsumen remaja yang rela mengocek kantong lebih besar dibanding berbelanja store outlet lainnya demi menjaga gengsi mereka. Peluang ini bisa kita manfaatkan untuk mendapatkan konsumen lebih banyak. Banyak cara yang bisa dilakukan agar usaha ini dapat berkembang cepat. Misal;
- memberikan diskon secara berkala
- mangadakan bazar
- mengadakan semacam litle party untuk kalangan remaja
- diselingi pertunjukan-pertunjukan yang menarik. Contoh: pertunjukan sulap.
- adanya mesin ATM di dalam outlet
- menjual aksesoris-aksesoris yang unik, yang tidak dimiliki store outlet lain. Contoh: Korek api berbentuk bungkusan rokok, pedang-pedang samurai, busur panah, dll.

Dengan demikian tidak hanya keuntungan dari penjualan pakaian saja yang bisa kita dapat, namun juga keuntungan dari berbagai jenis usaha sampingan yang telah kita lakukan.

Mungkin hanya sedikit yang dapat saya berikan, namun tetap tidak mengurangi keseriusan saya dalam berkarya.
Semoga dapat bermanfaat bagi pembaca sekalian.

Sejarah Clothing dan distribution Store (Distro)

Siapa sangka, dari sebuah skatepark kecil di salah satu sudut Taman Lalu Lintas Bandung (Taman Ade Irma Suyani), di awal tahun 1990-an, menjadi tempat bersejarah yang melatar belakangi perkembangan fashion anak muda Bandung dalam satu dekade terakhir ini. Skateboard kemudian menjadi benang merah yang menjadi ciri dan eksplorasi fashion dan lifestyle yang dielaborasi oleh para pelakunya dan membentuk gaya anak muda Bandung hingga saat ini.
Pertemuan di Taman Lalu Lintas membuat Didit atau dikenal dengan nama Dxxxt, Helvi dan Richard Mutter (mantan drumer Pas Band), kemudian bersepakat mengelola sebuah ruang bersama di Jalan Sukasenang Bandung. Ruang ini kemudian dikenal sebagai cikal bakal yang munculnya bisnis clothing lokal untuk anak muda di Bandung. “Cari nama dit, si helvi bilang gitu..waktu itu lagi ngomong-ngomong soal Cihampelas,” Dxxxt mengawali ceritanya ketika saya bertanya darimana nama Reverse berasal. “Kenapa ya, si Cihampelas itu ngga bikin produk-produk dengan merek-merek sendiri, kenapa mereka bikin mereknya reply lah, armani lah.. kenapa ga bikin sendiri, reverse misalnya.. trus Helvi bilang nama itu bagus. Ya udah akhirnya dipakai buat nama toko.” Tahun 1994, mereka membangun studio musik dan toko yang menjual CD, kaset poster, T-shirt, majalah, poster dan asesoris band yang diimport langsung dari luar negeri. Pilihan yang spesifik, membuat barang yang dijual di Reverse, tak bisa didapatkan di toko-toko lain di Bandung pada saat itu.
Reverse pada saat itu menjadi tempat berkumpulnya komunitas-komunitas dari scene yang berbeda. Punk, hardcore, pop, surf, bmx, skateboard, rock, grunge, semua bisa bertemu di tempat itu. PAS dan Puppen adalah beberapa band yang sempat dibesarkan oleh komunitas Reverse. Richard sendiri sempat membentuk record label independen 40.1.2.4 yang rilisan pertamanya berupa album kompilasi “Masaindahbangetsekalipisan”, pada tahun 1997. Band-band yang ikut dalam rilisan itu diantaranya Burger Kill, Puppen, Papi, Rotten To The Core, Full of Hate dan Waiting Room sebagai band satu-satunya dari Jakarta yang masuk dalam kompilasi ini.
Saat krisis ekonomi terjadi pada tahun 1998, bisnis yang dijalani Reverse, mengalami masa sulit sampai akhirnya tutup. Mereka tak mampu lagi membeli barang-barang dari luar negeri kerena nilai dolar terhadap rupiah melambung tinggi dan tak terjangkau. Namun kondisi sulit ini justru melahirkan fase baru dalam perkembangan industri clothing Bandung. Helvi vetaran Reverse, kemudian membangun clothing label bernama Airplane yang memulai usahanya pada tahun 1997. Bukan hanya itu, bersama Dxxxt dan Marin, Helvi membangun record label bernama Fast Foward pada tahun 1999.
Airplane yang didirikannya bersama dua rekannya yang lain: Fiki dan Colay, resmi berdiri pada tanggal 8 Februari 1998. “Awalnya sih kita udah ngga mampu lagi beli barang-barang impor karena mahal dan krisis moneter. Waktu itu kita mikir, kita bikin apa ya? Soalnya kalau beli, ngga ada yang cocok, pengen kaos yang kaya gini ngga ada.. yang gitu ngga ada.. awalnya dari situ, ya udah kita bikin sendiri deh yang pasti dengan background masing-masing. Semua dipengaruhi oleh kehidupan sehari-hari yang kita senangi aja.. biasanya dari skateboard, trus kita juga main musik, trus itu mempengaruhi ke grafis desain clothing itu sendiri. Jadi emang akhirnya macam-macam.” Jelas Helvi ketika saya temui di kantor Airplane di jalan Titiran Bandung.
Transformasi Reverse sebagai clothing company, dimotori oleh Dxxxt pada bulan Februari 2004. Didukung oleh Marin, Wendi Suherman dan Indra Gatot sebagai mitra usahanya. Reverse kemudian menjelma menjadi label yang memfokuskan dirinya pada fashion untuk pria. Urban culture yang menjadi keseharian tim kreatifnya, menjadi inspirasi dalam desain produk-produk Reverse.
Sementara kegemaran skateboard, bmx dan surfing yang ditekuni Dandhy dan teman-temannya, justru memotivasi mereka untuk membuat produk-produk yang mendukung hobi yang mereka cintai. Bukan hal yang mudah untuk menemukan fashion penunjang kegiatan surfing di Bandung pada saat itu. Maka tahun 1996, dari rumah di dago 347 Bandung, mereka mulai memproduksi barang-barang yang menunjang hobi mereka untuk digunakan sendiri. Ternyata apa yang mereka pakai, menarik perhatian teman-teman mereka. Seperti halnya Airplane, dengan modal patungan seadanya mereka mulai memproduksi barang-barang yang mereka desain untuk kebutuhan hobi mereka itu, untuk dijual di kalangan teman-teman mereka sendiri dengan label ‘347 boardrider co.’ Toko pertamanya dibuka pada tahun 1999 dan diberi nama ‘347 Shophouse’ di Jalan Trunojoyo Bandung. Demikian pula Ouval yang muncul di tahun 1998. Awalnya juga dibentuk dengan semangat untuk mengelaborasi hobi skateboard para pendirinya.
Hobi dan semangat kolektivisme terasa sangat kuat mewarnai kemunculan clothing label dan clothing store pada masa itu. Masih di tahun 1996, Dadan Ketu bersama delapan orang temannya yang lain membentuk sebuah kolektif yang diberi nama Riotic. Kesamaan minat akan ideologi punk, menyatukan ia dan teman-temannya. Riotic menjadi label kolektif yang memproduksi sendiri rilisan musik-musik yang dimainkan oleh komunitas mereka, menerbitkan zines, dan membuka sebuah toko kecil yang menjadi distribusi outlet produk kolektif yang mereka hasilkan. Riotic juga dikenal konsisten dalam mendukung pertunjukan-pertunjukan musik punk rock dan underground yang saat itu kerap diselenggarakan di Gelora Saparua Bandung.

Generasi Global

Saat saya menceritakan apa yang dilakukan anak-anak muda Bandung dengan industri clothingnya, pada teman saya, seorang penulis buku “Lubang Hitam Kebudayaan”_ sebuah buku yang mencermati perkembangan budaya massa di Indonesia sampai fase reformasi 1998_Hikmat Budiman, dia berkomentar “Anak Bandung itu jago menyerap desain ‘arsitektur’ global, dibanding dengan anak muda di kota lain. apa yang terjadi di tingkat global, bisa diterjemahkan dan disiasati oleh mereka dan dijadikan komoditas gaya hidup baru dan menjadi trend. Mereka mendefinisikan kembali coolness yang sesuai dengan konteks mereka. selain itu juga ada pasar yang menyerap komoditas baru itu.”
Jika dicermati lebih jauh, apa yang terjadi di bandung pada dekade 90an, memang tak bisa lepas dari kecenderungan global pada saat itu. Musik dan gaya hidup, sebagai dua hal yang tak terpisahkan, memberi pengaruh sangat besar dalam perkembangan fashion anak muda Bandung. Sejak generasi Aktuil di tahun 70’an, Bandung dikenal sangat adaptif pada perkembangan musik dunia. Ketika merunut aliran musik apa saja yang berkembang dalam dekade 90’an, kita bisa melihat bagaimana perkembangan musik itu mempengaruhi eksplorasi anak muda Bandung di bidang fashion. Grunge, yang dipengaruhi oleh punk, muncul di awal tahun 90’an. Sepatu Doc Martens, Converse high top sneaker dan kemeja flanel yang menjadi trend fashion sampai pertengahan tahun 90. Pada kenyataan flanel di gunakan para musisi beraliran grunge ini karena murah dan hangat. Saat grunge kemudian digantikan oleh musik alternatif di pertengahan 90’an dan Nu-Metal yang dimotori oleh Korn sampai menjelang akhir 1990, fashion ini masih terbawa. Hip hop yang banyak digemari para skateboarders dan mempengaruhi perkembangan musik R&B memberi warna lain pada dekade itu. Scene hardcore atau scenecore atau disebut juga emo dan gaya yang dibawa aliran musik pop punk yang dipengaruhi membawa trend fashion yang bersilangan diantara keduanya dan dipengaruhi oleh gelombang ketiga pop punk yang dipelopori oleh Green Day, Good Charlote, Simple Plan.
Extreme sport (diantaranya skateboarding dan surfing), mencapai popularitasnya di tahun 1995. ESPN sebagai saluran extreme sport dan hanya dapat ditonton melalui antena parabola, menjadi salah satu rujukan para skateboarder Bandung pada saat itu. Rujukan lain seperti majalah Thrasher, yang mencitrakan skateboarding sebagai olah raga yang didasari oleh semangat pemberontakan dan akrab dengan ideologi punk, sementara Transworld Skateboarding terasa lebih moderen, beragam dan menjaga citra para bintang skateboarding. Termasuk juga masuknya MTV ke Indonesia yang memperkenalkan lifestyle baru dengan jargon-jargonnya: ‘MTV beda’, ‘MTV Gue Banget’. Perbedaan menjadi komoditas yang dirayakan bersama-sama.
Ketika awal 90’an, fashion skateboarding dunia dipengaruhi oleh perkembangan street skateboarding yang sangat kental nuansa punk rocknya. Baggy dengan oversize denim dan t-shirt extra large menjadi trend pada saat itu. Sementara pertengahan sampai akhir tahun 1990an, trend fashion dalam dunia skateboarding berubah lebih ‘ramping’. Ukuran jeans dan T-shirt, menjadi lebih pas di badan. Bahkan beberapa skateboarder menggunakan jeans dan t-shirt ekstra ketat. Perubahan ini membuat gaya fashion dalam dunia skateboarding terbagi menjadi dua kategori: “punk” (ketat dan ngepas badan) dan “baggy” meski pada prakteknya pembagian itu menjadi sedikit lebih rumit. Celana shagging jeans atau baggy, sweater dari bahan katun atau poliester dengan pull over dan kantong kangguru di depannya atau disebut juga hoodie, baseball caps, dan sepatu vans. Gaya skate punk inilah yang kemudian banyak dieksplorasi dalam desain clothing anak-anak muda Bandung. Majalah katalog seperti Suave, yang terbit di Bandung dengan jelas memperlihatkan pengaruh itu. Pada akhir 90’an apa yang disebut “punk style clothing” menjadi tagline baru dalam perkembangan industri clothing global. Gaya punk kemudian menjadi sesuatu yang mainstream, mendunia dan menjadi mapan.
“Kita emang banyak dipengaruhi oleh musik yang kita sukai, dari label-label skateboard yang kita pakai dulunya, karena kita besarnya, growing upnya di situ. Karena musik ini kan sangat terkait dengan fashion,” Helvi yang juga creative director Airplane, mengakui hal itu.
Pendapat helvi diperkuat Arian tigabelas, mantan vokalis Puppen dan kini menjadi vokalis band Seringai “Ada fenomena yang menarik ceuk urang mah, dulu Bandung terkenal dengan band-band yang keren-keren tapi waktu berlalu dan rupanya band nggak terlalu menghasilkan/menghidupi, dan kini para pelaku band tersebut pindah ke clothing. Jadinya terus terang band Bandung yang punya nama ‘gede’ sekarang udah ngga signifikan. Tapi clothing jadi industri yang lebih jelas bisa menghidupi iya, karena main band ternyata tetap kere sementara realitanya musti punya modal hidup.”
Perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat dalam dekade 90’an, menjadi faktor penting dalam proses yang disebut Hikmat Budiman sebagai penyerapan desain arsitektur global. Ketika tahun 1995 bisnis Internet Service Provider (ISP) mulai berkembang di Jakarta, menurut catatan Kompas, Bandung menjadi salah satu dari tiga kota pengguna jasa internet terbesar. Jika saat itu tercatat di ada sekitar 14 ribu pemakai internet di Indonesia, Bandung menjadi kota pengguna internet terbesar ketiga (1.000 pengguna), setelah Jakarta (10.000 pengguna) dan Surabaya (3.000 pengguna). Bagaimana kemudian perkembangan teknologi informasi ini diserap dalam waktu yang hampir bersamaan di Bandung. Belanja online yang dilakukan Reverse untuk memperoleh produk-produk import yang mereka jual kembali di Bandung. Juga yang dilakukan Anonim yang muncul tahun 1999, mengikuti jejak pendahulunya dengan menjual t-shirt import merchandise band yang dipesannya melalui internet.
Dalam perkembangannya, eksplorasi desain clothing anak-anak muda Bandung, banyak juga dipengaruhi oleh gaya street fashion Jepang yang terasa lebih eklektik dan eksperimental. Majalah Trolley (alm 2001-2003), sempat menerbitkan suplemen khusus mengenai gaya street fashion Jepang ini dalam salah satu edisinya.
Pergeseran kiblat kreatif global dari Amerika ke Inggris/Eropa dalam tiga tahun terakhir ini, juga terasa pengaruhnya. Perubahannya sangat jelas terasa dalam scene musik. Street culture Inggris dan Eropa kemudian menjadi sumber rujukan baru dalam mengelaborasi desain produk-produk clothing kemudian. Tahun 2006 ini, Fast Foward record, telah dua kali mendatangkan grup musik dari Eropa untuk pentas di Bandung_King of Convinience (Norwegia) dan Edson (Swedia).
Ketika masa kekuasaan Orde Baru berakhir, kehidupan sosial politik Indonesia mengalami banyak perubahan di era reformasi. Warga Bandung memperlihatkan pola relasi yang baru dengan ruang-ruang publik yang ada di kota Bandung. Beragam aktivitas dan perayaan dilakukan di jalan. Jalanan seperti Dago, menjadi catwalk publik yang mengundang siapa pun yang datang untuk menampilkan gaya dandanan mereka. Individu kemudian mendapat ruang untuk mengekspresikan diri. Saat itu, banyak pertunjukan-pertunjukan musik yang kemudian disponsori oleh clothing company yang mulai memiliki kemampuan ekonomi.
Selain karena minat pada musik yang mereka sponsori, acara-acara seperti itu kemudian menjadi salah satu strategi bersama untuk mempromosikan merek produk-produk clothing yang mereka buat. Monik, Celtic dan Popcycle management, dikenal secara berkala menyelenggarakan konser La Viola bekerjasama dengan pusat Kebudayaan perancis (CCF) bandung. Marin, selain menjadi salah satu pemilik Monik, Celtic, Fast Foward, Reverse clothing Company, juga memiliki TRL bar di Jalan Braga. dari bar kecil itu pula, eksplorasi musik elektronik yang banyak mewarnai perkembangan musik global beberapa tahun terakhir ini, banyak dilakukan. Salah satu pilihannya adalah sekolah Drum n Bass yang dimotori oleh DJ xonad, jenis electronic dance music ini berkembang di Inggris pada dekade 90’an dan semakin dikenal pada awal tahun 2000 serta berkembang di beberapa negara Eropa dalam dua tahun terakhir ini.
“Karena Bandung kotanya kecil, jadi mau ngapa-ngapain gampang… lagian orang-orangnya kekeluargaan, cair banget, babaturanlah, semua dianggap sama,” Ujar Dede anonim, seperti saya kutip dari tulisan Gustaff H. Iskandar, ‘Fuck You! We’re from Bandung. Kondisi inil, masih menurut Gustaff, membawa berkah istimewa bagi perkembangan musik dan juga street fashion di Bandung. Dan mendorong pertumbuhan clothing store (distro) di Bandung.

Sejumlah Persoalan

Di masa boom clothing store 2003 lalu, Kompas pernah menulis: “Adapun untuk membuka sebuah distro, hanya dibutuhkan modal “nekat”. cukup menyediakan sebuah ruangan kecil, misalnya mengambil salah satu sudut rumah seperti garasi. Lalu barang-barangnya bisa digunakan sistem jual titip, dengan menerima titipan barang dari berbagai clothing company. Bila barang-barang titipan itu laku terjual, barulah disisihkan keuntungan untuk si distro (clothing store).”
Namun pada prosesnya tidak sesederhana itu. Modal nekat saja tidak cukup. Bagaimanapun bisnis yang dilatari oleh hobi dan kesenangan pun mengandung bermacam resiko. Benturan kepentingan yang mempertentangkan antara bisnis dan idealisme, menyeruak sebagai sebuah konsekuensi yang harus dihadapi dan disiasati.
“Saya bukan orang bisnis tadinya, akhirnya saya harus belajar bisnis, kasihan guanya gitu..” Seloroh Dandhy dalam sebuah Gathering Komunitas Kreatif di Bandung, bulan April lalu. “Gua ngerasa banyak hambatan dalam kreativitas karena banyak kepentok,” meski ucapan Dandy itu bernada main-main, namun pada prakteknya, keseriusan dalam mengelola bisnis ini memang menjadi proses adaptasi yang berat. Beberapa Clothing yang sudah cukup kuat seperti Airplane dan 347/eat, sengaja menyewa konsultan manajemen dan bisnis untuk memberi masukan dalam pengembangkan usaha mereka. Fiki manajer bisnis sekaligus salah satu pendiri Airplane mengaku, saran-saran bisnis dari konsultan profesional tidak seluruhnya bisa di terapkan. “Tetap aja, kita harus nemuin cara yang paling sesuai dan enak buat kita jalani. Ngga bisa sepenuhnya berdasarkan teori manajemen.” Hal serupa juga dirasakan Dandhy. Konsultan bisnis yang mengawasi kinerja dirinya dan teman-temannya, malah membuat mereka bekerja dalam suasana yang tidak nyaman. Akhirnya Dandhy memilih mengembalikan suasana kerja yang nyaman, meskipun itu berarti tanpa konsultan bisnis.
Fiki, menjelaskan, untuk membesarkan bisnis yang semula dibangun berdasarkan hobi, butuh kedisiplinan tinggi dalam mengelolanya. “Gua ngejalanin Airplane ini bener-bener disiplin. Kita muterin duit yang ada dan disiplin untuk ngejalanin itu. Dan ngga pernah ada suntikan dana lagi sejak dana awal. Airplane bediri udah sejak tahun 1997, tapi bener-bener ngejalanin bisnisnya sejak buka toko, tahun 2001. Sejak September 2001, waktu itu kita mulai dengan uang kurang dari 10 juta untuk sewa tempat dan kita udah punya omset yang lumayan, tapi kalau ada lebihnya kita simpen dan dipake untuk produksi lagi, nambahin modal. Karena kita punya sedikit pengetahuan tentang administrasi juga, makanya bisa tertib administrasi dan itu kerasa banget gunanya.”
Namun tidak semua clothing company memiliki kemampuan untuk membayar konsultan bisnis atau melakukan pembagian kerja yang jelas. Bagi clothing company yang muncul belakangan, idealisme dan keterbatasan modal menjadi tantangan yang harus disiasati lebih keras lagi. Karena secara bisnis, mereka harus berhadapan dengan clothing teman-temannya yang muncul dan mapan lebih dulu.
Dari segi pengembangan desain, tidak banyak juga yang melakukan riset dan pengembangan desain secara serius. Akibat dari boom clothing di tahun 2003, follower yang muncul belakangan, banyak yang asal jiplak desain-desain yang sudah ada. Karena untuk membangun sebuah karakter desain yang kuat dibutuhkan waktu dan proses yang lama. Menanggapi kekawatiran desainnya dijiplak, baik Helvi maupun Dandhy, justru tidak merasa kawatir. Bagi Helvi, kondisi seperti itu, malah membuat ia lebih fokus lagi menemukan karakter desain Airplane. Begitu pula Dandhy, jika imagenya sudah kuat, tak perlu kawatir dengan para peniru. Keseriusan dalam soal desain dan visual inilah yang kemudian membedakan dan menjadi ciri antara clothing satu dengan yang lain.
United we stand
Waktu menunjukan hampir tengah hari. Cuaca begitu cerah. Ruang tengah Jalan Kyai Gede Utama 8 Bandung, terasa guyup, menggantikan kelengangan yang biasa terasa. Sekelompok anak muda duduk-duduk santai di bangku-bangku kayu, di taman terbuka. Wajah-wajah lama, generasi pertama clothing Bandung paska 1995, bercampur dengan wajah-wajah baru generasi pengikutnya. Bukan hal yang mudah, mengumpulkan mereka dalam satu waktu. Riuh suara canda dan tawa, bercampur kicauan burung-burung yang sejak lama menghuni pepohonan di sekitarnya. “Sekarang kita mau jadi seperti apa? Arahnya apakah asosiasi yang dijalankan dengan praktek mafia? Atau gimana? Apakah kita bikin asosiasi untuk bikin counter yang menjegal praktek kartel? Atau asosiasi ini hanya mengakomodasi kepentingan dan ideologi yang sama, dan menghancurkan lawan yang berbeda pandangan? Atau tujuannya sosial atau kemanusiaan.” Dandhy pemilik clothing 347/eat, melemparkan pertanyaan itu ke forum. Perdebatan panjang tiga puluh orang yang hadir disitu pun dimulai. Canda tawa, berubah serius. Masing-masing sibuk memikirkan jawaban dan saling beragumen sampai berjam-jam kemudian. Saya hadir disitu, mencatat waktu. Hari itu, Senin, 12 Juni 2006. Hari dimana asosiasi para pengusaha clothing yang dinamai ‘Forum Komunikasi Pengusaha Clothing Bandung’, di deklarasikan.
Bagi saya, ini memang sudah waktunya, ketika akhirnya para pengusaha muda clothing Bandung ini mau bersatu padu membuat Forum Komukasi. Hal ini bukannya tanpa sebab. Mereka yang selama ini tak terpetakan sebagai potensi ekonomi, tiba-tiba bukan hanya dilirik, tapi coba dirangkul pemerintah lewat program bantuan Industri Kecil dan Menengah, Disperindag. Mengutip apa yang diberitakan Harian Pikiran Rakyat tanggal 8 Juni 2006, Drs. H. Agus Gustiar, M.Si., selaku Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), “Bagaimanapun kekuatan kita ada pada IKM. Supaya lebih kuat, semua IKM harus bersatu untuk membuat terobosan baru yang bisa mengangkat Bandung khususnya.” …Agus yakin, industri distro Bandung memiliki ciri khas tersendiri yang diilhami dari kreativitas anak muda Bandung.” Jangan sampai ini hilang seperti beberapa merek Bandung yang sekarang mulai memudar, bahkan tidak dikenal orang. Padahal ini merupakan potensi Bandung yang harus ditonjolkan.”
Dalam kegiatan Gathering Komunitas Kreatif dan Online conference yang diselenggarakan selama bulan April-Mei 2006, yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Urban Desain dan Common Room Networks Foundation, mengidentifikasi persoalan-persoalan eksternal yang dihadapi selama ini. Masalah-masalah itu muncul, ketika selama ini pemerintah sama sekali tidak mendukung aktivitas yang mereka lakukan. Tidak adanya regulasi pemerintah yang jelas dalam pengembangan industri berbasis kreatifitas seperti yang dilakukan Clothing company selama ini, juga strategi pengembangan industri berbasis kreatifitas sebagai salah satu pengembangan ekonomi kota yang berkelanjutan. Belum lagi pengelolaan pajak yang tak jelas timbal baliknya. Persoalan ketiadaan infrastruktur dan ketidak jelasan pengaturan tata guna lahan di Bandung untuk kawasan komersial, menyebabkan nilai ekonomi lahan semakin mahal dan tak terjangkau dalam mengembangkan usaha yang selama ini mereka jalankan. Pada akhirnya, dukungan yang digembar-gemborkan pemerintah untuk mendukung Industri Kecil Menengah dan membangun kecintaan akan produk dalam negeri, hanya menjadi jargon belaka.
Disadari atau tidak, clothing industry yang muncul dan berkembang di Bandung ini, justru memicu perkembangan industri-industri kecil baru yang juga berbasis kreatifitas. Secara organik, infrastruktur pendukungnya, bermunculan satu persatu. “Waktu itu lagi booming-boomingnya clothing, trus gue pikir, ngapain juga ikut-ikutan bikin clothing, mendingan gue bikin usaha lain yang bisa mendukung usaha mereka. Ada kesadaran itu di gue dan tiga orang teman gue yang lain, gue ngeliatnya orang-orang ini udah harus profesional lah, kalo mereka berbisnis ya harus berpromosi, mereka punya produk yang bagus, buat apa kalo ngga berpromosi,” ungkap Uchunk, salah satu pendiri Suave, Free Catalogue Magazine, ketika saya temui disebuah tempat nongkrong di Bandung. Suave awalnya dicetak sebanyak 3000 eks dengan modal sebuah komputer pribadi. Kini tirasnya mencapai 8000 eks dengan 90 halaman full color. Selain didesain dengan tampilan yang menurut Uchunk, terlihat mainstream, jauh dari kesan indie dan underground, Uchunk juga memberi halaman galeri bagi siapapun yang ingin memamerkan karya grafisnya di satu halaman Suave.
Menurut uchunk, saat ini banyak clothing company yang kemudian menggunakan jasa desainer grafis, fotografer dan biro iklan untuk menggarap materi promosi produk yang bersangkutan. Baginya kondisi ini sangat menggembirakan, karena bidang industri kreatif lainnya kemudian bermunculan. Helvi menambahkan, “Waktu kita bikin ini, ngga kepikiran kalau di depan ternyata akan berhubungan dengan segala macam. Fotografer, advertising, itu kan seru jadinya. Jadi kaya punya dunia sendiri, infrastrukturnya jadi kebentuk dan ini adalah wilayahnya anak muda.”
Wajar saja, jika kemudian tawaran yang datang tiba-tiba ini, disikapi dengan membentuk Forum Komunikasi yang bertujuan untuk memperkuat dan saling mendukung satu sama lain. Banyak persoalan baik internal maupun eksternal yang selama ini harus disiasati dan dipecahkan sendiri oleh mereka. Karena itu, tawaran pemerintah, seperti sesuatu yang to good to be true. Mereka bukannya resistan terhadap niat baik pemerintah, namun yang mereka harapkan adalah kejelasan dalam proses negosiasi dimana posisi tawar kedua belah pihak bisa berjalan dengan seimbang. Dalam hal ini mereka memperlihatkan, apa yang disebut Gustaff H. Iskandar dalam tulisan yang sama, sebagai kemandirian politik dan ekonomi.
Perspektif kemandirian, kemudian menjadi prinsip yang selalu dimaknai kembali oleh mereka. Ketika kemandirian berarti memulai impian besar dengan langkah-langkah kecil. Dengan patungan modal seadanya. Juga ketika usaha ini berkemban dan mendapatkan perhatian, kemandirian berarti membangun posisi tawar mereka ketika bertarung dengan banyak kepentingan-kepentingan lain. Pemerintah salah satunya.

***

Dan disaat, banyak orang kemudian mengeluh, bahwa produk clothing menjadi seragam, waktu yang akan membuktikan mana yang kemudian konsisten menjalani proses eksplorasi terus menerus untuk menemukan kematangan produk atau malah inovasi-inovasi baru dan mana yang kemudian hilang seperti merek-merek Bandung yang memudar dan tak dikenal orang seperti yang dikawatirkan Agus Gustiar.
Setidaknya sampai hari ini, setelah satu dekade yang panjang mereka berproses terus menerus, kekawatiran itu tidak terbukti. “Yang paling keren menurut gua adalah, dimana sekarang anak-anak muda ngga gengsi dan malu lagi pake produk lokal. Dan kita juga seneng, karya kita dihargai orang dari mulai yang naik angkot sampai mobil mewah, pake kaos lokal.” Helvi mengatakan itu dengan mata-mata berbinar-binar lega. Kelegaan yang saya rasakan bukan hanya miliknya, tapi juga komunitasnya, teman-teman sepermainannya, ketika kerja keras mereka, membuktikan sesuatu, bukan sekedar jargon belaka.